Saku Celana Jadi Tong Sampah

Kontenklik.com, Inspirasi - Sebelum kita masuk pada kisah cerita inspiratif "SAKU CELANA JADI TONG SAMPAH", mari kita simak dahulu pentingnya kebersihan dan kewajiban kita untuk menjaga kebersihan.

Gambar : Saku Celana Jadi Tong Sampah
Saku Celana Jadi Tong Sampah

Pentingnya kebersihan dan kewajiban kita untuk menjaga kebersihan


Kebersihan itu iman, bukan retorika belaka bagi orang-orang yang tahu. Kalimat tersebut bukan pribahasa yang kusam, bukan pula redaksi dari penggalan kalimat hasil copas berita hoax yang sedang viral. Familiarnya kalimat tersebut ditelinga, membuat kita sering beranggapan biasa, namun sadarkah kita, bahwa kalimat tersebut adalah kalimat tuntunan yang di anjurkan Nabi Muhammad SAW kepada kita ummatNya.

Sebagai manusia beragama, kita patut menyadari bahwa kebersihan yang dialamatkan Nabi Muhammad SAW adalah salah satu dari sekian banyak jalan untuk menuju keselamatan.

Maksud dari penggalan hadist diatas memang tidak dapat diinterpretasikan tentang lingkungan saja, melainkan kebersihan secara kompleks/menyeluruh, dan semuanya telah diatur secara gamblang melalui adab-adab yang di ajarkan dan dianjurkan Rasul yakni tertuang jelas, dalam tuntunan yang kita kenal dengan nama hadist.

Mulai dari tatacara membersihkan jasad hingga kebersihan ruh, semuanya ada cara serta niat yang wajib untuk kita amalkan. Syarat sah untuk melakukan penyembahan, bagi kita yang beragama Muslim sudah sangat jelas. Rohania dan bhatinia kita benar-benar sudah terhindar dari segala jenis kotoran, barulah kita diperbolehkan untuk beribadah. Sebaliknya jika amalan yg kita lakukan tanpa kebersihan, maka sia-sialah semuanya. Disitulah letak  pentingnya kebersihan dan kewajiban kita untuk menjaga kebersihan. Nah berikut ini adalah kisah inspiratif yang luarbiasa dan patut dicontoh.

Anak 4 Tahun yang menjadikan saku kemejanya sebagai tong sampah 


Saat ini orang yang sadar akan kebersihan lingkungan mungkin bisa dikatakan sudah hampir punah, namun dari sekian banyak yang tidak memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan, ternyata masi ada sosok yang sangat menjunjung tinggi kebersihan yang patut kita teladani.

Suatu ketika ada seorang ayah menasehati anak sulungnya tentang bagaimana perilaku positif yang harus dilakukan saat membuang sampah. Sebut saja Ardi namanya.

Poin-poin nasehat yang disampaikan selaku orang tua ternyata direkam kuat oleh Ardi yang berusia 4 tahun itu.

"Ardi anakku, ingat..! kita tidak boleh mengotori lingkungan, sehabis makan permen, kulitnya harus kita buang pada tempatnya di tempat/tong sampah. Jangan membuang sampah ke laut/sungai karna akan mencemari lingkungan. Jika kita mengotori lautan/sungai maka lautan akan kotor dan bisa berakibat membunuh ikan-ikan yang cantik di laut nak. Nah, sekarang apakah Ardi ingin membunuh ikan nak? " Pertanyaan Ayah dengan nada pelan menasehati.

"Tidak ayah, Ardi sayang sama ikan yah, Ardi gak mau lihat ikan mati, kasihan kan Ayah...! Ardi janji gak akan buang sampah sembarangan Ayah" tutur Ardi

Setelah ayahnya menasehati Ardi, hal mencengangkanpun terjadi.

Keesokan harinya, tepat pukul 1 siang Ardi mengeluarkan permen dari sakunya, Ardi memintakan ayahnya untuk membuka bungkusan permen yang dibelikan ibunya, setelah pulang berbelanja dari supermarket.

Setelah dibuka permennnya, ayah Ardipun berniat untuk menguji anakknya dengan memberikan permen yang telah dibuka lengkap dengan kulitnya.

Ardi yang masi teringat dengan nasehat Ayahnya, iya mengambil permen yang diberikan ayahnya dan memasukkan permen kedalam mulutnya, namun di tangan kiri Ardi masi ada kulit permen yang tersisa. Ardipun menatap wajah ayahnya dan langsung menaruh kulit permen kedalam saku celana miliknya. Sontak ayahnya kaget dan menanyakan anaknya, perihal kenapa iya memasukkan permen kedalam saku celananya.

Ayah : "Kenapa kulitnya dimasukkan ke saku nak"

Ardi : " Taru aja dulu ayah, biar nnti ketemu tong sampah baru ardi masukkan ke tong sampah Ayah, kan kita tidak boleh membuang sampah sembarangan kan yah"

Ayah :" iya nak"

Ayahnya pun langsung memeluk dan merangkul Ardi.

Pengalaman yang tak akan terlupakan. Berada di lokasi yang jauh dari TONG Sampah umum mungkin membuat kita malas untuk membuang samapah pada tempatnya. Semoga cerita inspiratif dari Ardi bisa menjadi contoh dan tauladan bagi kita.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon